Ribuan Siswa SMK Pustek Deklarasi Anti Tawuran Pelajar Bersama Kapolsek Serpong

Infomasi Informasi

Posted by admin on 2025-08-05 02:08:35 | Last Updated by admin on 2026-01-04 01:35:55

Share: Facebook | Twitter | Whatsapp | Linkedin Visits: 105


Ribuan Siswa SMK Pustek Deklarasi Anti Tawuran Pelajar Bersama Kapolsek Serpong

SERPONG—Sebanyak 2000 siswa dan siswi SMK Pustek Serpong, melakukan deklarasi komitmen bersama, yang disaksikan langsung oleh Kapolsek Serpong yang diwakili, pada Senin (28/7), bertempat dihalaman sekolah setempat.

Dihadapan Kapolsek Serpong yang diwakili oleh Kanit Binmas Polsek Serpong, AKP Sugiyanto, ribuan siswa mengucapkan janji atas kesepakatan poin-poin yang berkaitan dengan tindakan-tindakan negatif disekitaran pelajar.

Kepala Sekolah SMK Pustek Serpong, H Masri mengatakan poin-poin tersebut diantaranya yakni para siswa dan siswi berjanji tidak mengikuti tawuran, geng motor, judi online dan tindakan kriminal lainnya yang melanggar hukum.

“Saya mengecam keras prilaku-prilaku negatif apalagi sampai berbau kriminal yang dilakukan siswa. Hal ini tentu saja tidak mencerminkan etika yang baik sebagai pemuda yang dimasa depannya merupakan generasi-generasi penerus bangsa,” ujarnya kepada satelitnews.com


Sebagai pemuda, lanjut Masri menerangkan seorang siswa harusnya memiliki dan memperlihatkan prilaku serta adab yang baik. Tugas mereka saat ini hanya satu, yakni menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, agar dikemudian hari ilmu tersebut bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya melainkan orang lain.

“Siswa dan siswi sebagai seorang pemuda disekolahkan oleh orang tua mereka itu untuk belajar. Balajar ilmu akademik, adab berprilaku sesama teman dan guru, cara berinteraksi dan berkomunikasi, tentunya ilmu-ilmu tersebut dipastikan akan bermanfaat bagi mereka dikemudian hari,” terangnya.

“Jadi wajib hukumnya para siswa dan siswi dimanapun berada, menghindari dari tindakan-tindakan tercela itu,” sambungnya lagi.

Adapun poin-poin lainnya dalam kegiatan deklarasi komitmen bersama itu yakni siswa diminta untuk tidak mengkonsumsi narkoba dan minuman keras, tidak merokok selama menjadi siswa, tidak mencuri atau mengambil yang bukan menjadi miliknya serta tidak melakukan tindakan bullying kepada siapapun.

“Jika siswa dan siswi melanggar komitmen yang telah mereka buat, tentu saja ada sanksi yang harus mereka dapatkan yakni dimana siswa ataupun siswi yang terbukti melakukan poin-poin komitmen bersama akan dikembalikan kepada orang tua atau dengan kata lain dikeluarkan dari sekolah,” papar Masri.

Masri berharap lewat kegiatan ini siswa bisa mengerti sekaligus memahami kalau sekolah menginginkan mereka tumbuh sehat menjadi anak muda yang hanya melakukan hal-hal positif sehingga dikemudian hari mereka bisa terlahir sebagai generasi muda yang bisa mengharumkan bangsa tercinta ini.

“Saya berharap penuh mereka (siswa) berpegang teguh pada komitmennya,” tutup Masri.

Sebagai tambahan informasi, untuk peserta deklarasi dibagi menjadi 2 sesi mengingat jumlah dan tempat yang tidak mencukupi, yakni pada sesi pertama telah dilaksanakan pada Sabtu (26/7). (evi)

Sumber Artikel : https://www.satelitnews.com

Leave a Comment: